Postingan

Memoar Kalbu

Gambar
Oleh: Musaafiroh El Uluum Sebelumnya aku merasa ada. Bersimpuh di antara riuh kalbu yang berbunga dan senyum merekah. Tahun-tahun itu begitu cepat berlalu. Dulu aku yang haru mendengar kesejukan dawuhmu, justru sekarang kelu menahan rindu. Dulu aku yang selalu berlinangan harsa, menyaksikan sayap-sayap cintamu melangkah penuh irama, kini meranggas oleh kesepian yang terus meretas. Entah sampai kapan. Murabbi, daku menjelma pungguk yang merindukan rembulan. Engkau bukan hanya kekasih, engkau pula terkasih. Bukan hanya pendidik, tetapi rumah kedua setelah walid. Bahkan setiap temu dengan para ahlul bait, nama-nama santrimu merangkai sebuah bait. Murabbi, mohon jelaskan pada ananda, pada kalbu yang terus meronta. Mohon katakanlah bahwa ia akan baik-baik saja. Dua tahun bukanlah hal yang mudah, untuk kami berpisah, darimu, dari ketulusanmu, dan dari pancaran ketawadhuanmu. Takdir menentukan bahwa masa sebelum dua tahun itu harus segera diakhiri. Mengapa? Tuhan telah memberikan sebuah ujian...

Kartini: Pribumiwati

Gambar
  Perempuan dan air mata: Google. Oleh: Musaafiroh El Uluum Tiada pamrih dalam letih pekerjaan ini, karena tak mungkin ada penanding yang lebih baik dari seonggok jiwa kecuali harsa dan selaksa doa. Tiada kata pasrah dalam kalapnya bangsa-bangsa imperialis itu, yang menduduki lalu mengambil alih kuasa atas nyawa atau mati. Satu harapan yang takkan lekang. Be bas, iya. Bukanlah ingin menjadi pengecut dengan  bersem bunyi dari mata-mata pengkhianat, melainkan menyatukan rasa, mengu bur amarah, lalu menyusun rencana se baik- baiknya untuk mem ba bat ha bis serdadu-serdadu laknat di  balik titah penjilat. Aku puan, iya. Namun asaku sekokoh  batu karang. Cintaku sedalam lautan, pada  bangsa yang tak pernah mengecap perkenalan. Aku masih  beruntung, hidup dalam tatanan agung. Mengenyam pengetahuan  bersama putra-putri musuh negeri, mem buka peluang untukku mengangkat derita. Wanita-wanita itu. Ah, aku tak kuasa. Berkali-kali terhina. Nyawa  bukan lagi m...

Laga

Gambar
  Gambar dari dokumenter film Merah Putih. Oleh: Musaafiroh El Uluum Kau sayup-sayup dinding kayu menggeliat meringkuk jangankan lelap agak-agak kalap pertengahan lindap Kau telinga nian erang menangkap derap arogan jemari kian garang menyentuh picik tawang langkah menjegang menggalang restu kawanan mendamprat nafsu penyerang "Tidak, Sersan! Tidak!!!" tegasmu hari itu, "harga diriku bukan pemburu, ini masalah bangsa dan tanah airku, hasratku kaukubur hidup-hidup, jangan salahkan aku, yuswa hayat dipenggal angan busukmu." Kota Santri, Kemerdekaan untuk Negeri, 2021 Keyword: Pengorbanan nyata para pejuang

Harsa(mu)

Gambar
  Pejuang: Diujungzaman. Oleh: Musaafiroh El-Uluum Terlunta sukma menjerat luka meradang cita gap penjarah suguh sembilu sumarah tabuh juangmu, sungguh lunakkan duka elok azammu lestari bangsa #Puisi Fanduma Kota Santri, Kemerdekaan untuk Negeri, 2021 Keyword: Juang

Terlena

Gambar
  Ilustrasi: LontarMadura. Oleh: Musaafiroh El Uluum almanak sakral pertiwi kita tujuh belasan harsa, katanya merdeka, mana? rudira bertanya untuk siapa terlelap kama #Puisi Fanduma Kota Santri, Kemerdekaan untuk Negeri, 2021 Keyword: Merdeka

Adorasi yang Mana?

Gambar
Ilustrasi: Bloggerperempuan. Pilar-pilar pertiwi mengudara Menyentak atma terbuai "merdeka" Gegas guyub menyambut renjana Menyelinap hampa, relung gegap gempita Merdeka, seruan bak menyongsong asa Bermandikan rudira, merayapi gelempangan mayat-mayat sejarah demi wujud identitas bangsa Sekarang, jawab aku! Mengapa gaduh menganakhulu Dari mana sungut raut dan kongkalikong itu Mengapa jenjam tetiba lantak demi klan dan silang pendapat Cobalah palingkan roda Nawa putra meniup daun-daun masa Menyimpul ceceran harap dan harsa Menghalau gulita; senyap Lalu, adorasi yang mana? Ragam bukan senjang Sama bukan esa Tak sama bukan cedera Bumantara kita, negara kesatuan Lahir jiwa, republik Indonesia Jika ada tuhan resistensi ... NKRI harga mati. Gresik, 14/8/21 Keyword: NKRI Harga Mati

Quotes of Life | Tentang Siapa

Gambar
Kebanyakan dari kita memilih melupakan tanggung jawab daripada memenuhinya. Jangan begitu, kita tak pernah tahu kapan kita akan membutuhkan bantuan, siapa membutuhkan siapa. Memang, terkadang kita berpikir "siapa yang butuh" tapi lupa bahwa itu merupakan konsekuensi dari suatu hal yang sebelumnya telah dipilih. Amanah. Iya, itu adalah sebuah amanah yang akan ditanyakan suatu hari yang pasti datang. Well, mari kita saling mengingatkan dan tetap jaga silaturahmi😇🤗