Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Kartini: Pribumiwati

Gambar
  Perempuan dan air mata: Google. Oleh: Musaafiroh El Uluum Tiada pamrih dalam letih pekerjaan ini, karena tak mungkin ada penanding yang lebih baik dari seonggok jiwa kecuali harsa dan selaksa doa. Tiada kata pasrah dalam kalapnya bangsa-bangsa imperialis itu, yang menduduki lalu mengambil alih kuasa atas nyawa atau mati. Satu harapan yang takkan lekang. Be bas, iya. Bukanlah ingin menjadi pengecut dengan  bersem bunyi dari mata-mata pengkhianat, melainkan menyatukan rasa, mengu bur amarah, lalu menyusun rencana se baik- baiknya untuk mem ba bat ha bis serdadu-serdadu laknat di  balik titah penjilat. Aku puan, iya. Namun asaku sekokoh  batu karang. Cintaku sedalam lautan, pada  bangsa yang tak pernah mengecap perkenalan. Aku masih  beruntung, hidup dalam tatanan agung. Mengenyam pengetahuan  bersama putra-putri musuh negeri, mem buka peluang untukku mengangkat derita. Wanita-wanita itu. Ah, aku tak kuasa. Berkali-kali terhina. Nyawa  bukan lagi m...

Laga

Gambar
  Gambar dari dokumenter film Merah Putih. Oleh: Musaafiroh El Uluum Kau sayup-sayup dinding kayu menggeliat meringkuk jangankan lelap agak-agak kalap pertengahan lindap Kau telinga nian erang menangkap derap arogan jemari kian garang menyentuh picik tawang langkah menjegang menggalang restu kawanan mendamprat nafsu penyerang "Tidak, Sersan! Tidak!!!" tegasmu hari itu, "harga diriku bukan pemburu, ini masalah bangsa dan tanah airku, hasratku kaukubur hidup-hidup, jangan salahkan aku, yuswa hayat dipenggal angan busukmu." Kota Santri, Kemerdekaan untuk Negeri, 2021 Keyword: Pengorbanan nyata para pejuang

Harsa(mu)

Gambar
  Pejuang: Diujungzaman. Oleh: Musaafiroh El-Uluum Terlunta sukma menjerat luka meradang cita gap penjarah suguh sembilu sumarah tabuh juangmu, sungguh lunakkan duka elok azammu lestari bangsa #Puisi Fanduma Kota Santri, Kemerdekaan untuk Negeri, 2021 Keyword: Juang

Terlena

Gambar
  Ilustrasi: LontarMadura. Oleh: Musaafiroh El Uluum almanak sakral pertiwi kita tujuh belasan harsa, katanya merdeka, mana? rudira bertanya untuk siapa terlelap kama #Puisi Fanduma Kota Santri, Kemerdekaan untuk Negeri, 2021 Keyword: Merdeka

Adorasi yang Mana?

Gambar
Ilustrasi: Bloggerperempuan. Pilar-pilar pertiwi mengudara Menyentak atma terbuai "merdeka" Gegas guyub menyambut renjana Menyelinap hampa, relung gegap gempita Merdeka, seruan bak menyongsong asa Bermandikan rudira, merayapi gelempangan mayat-mayat sejarah demi wujud identitas bangsa Sekarang, jawab aku! Mengapa gaduh menganakhulu Dari mana sungut raut dan kongkalikong itu Mengapa jenjam tetiba lantak demi klan dan silang pendapat Cobalah palingkan roda Nawa putra meniup daun-daun masa Menyimpul ceceran harap dan harsa Menghalau gulita; senyap Lalu, adorasi yang mana? Ragam bukan senjang Sama bukan esa Tak sama bukan cedera Bumantara kita, negara kesatuan Lahir jiwa, republik Indonesia Jika ada tuhan resistensi ... NKRI harga mati. Gresik, 14/8/21 Keyword: NKRI Harga Mati